Tema pidato di masyarakat
A.Tema Halal bil halal
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ
وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا
وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ 14 ، 15
Apabila kamu memaafkan, dan melapangkan dada serta melindungi
sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
penyayang (QS Al-Thaghabun : 14).
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلَمَةٌ ِلأَخِيْهِ فَلْيَتَحَلَّلْهُ
مِنْهَا فَإِنَّهُ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ مِنْ قَبْلِ أَنْ
يُؤْخَذَ ِلأَخِيْهِ مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ
مِنْ سَيِّئَاتِ أَخِيْهِ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ (رواه البخاري رقم 6534)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda:
Barangsiapa pernah berbuat dzalim kepada saudaranya, maka hendaknya ia minta
kehalalannya (minta maaf). Sebab disana (akhirat) tidak ada dinar dan dirham
(untuk menebus kesalahan). Sebelum amal kebaikannya diambil dan diberikan
kepada saudaranya yang didzalimi tersebut. Jika ia tidak memiliki amal
kebaikan, maka amal keburukan saudaranya akan dilemparkan kepadanya (HR
al-Bukhari)
عَنْ سَخْبَرَةَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ مَنِ ابْتُلِيَ فَصَبَرَ وَأُعْطِيَ فَشَكَرَ وَظُلِمَ فَغَفَرَ
وَظَلَمَ فَاسْتَغْفَرَ أُوْلَئِكَ لَهُمُ اْلأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُوْنَ (رواه
الطبراني في الكبير رقم 6482 والبيهقي في شعب الايمان رقم4117)
Diriwayatkan dari Sakhbarah bahwa Rasulullah Saw bersabda:
Barangsiapa diberi cobaan kemudian bersabar, diberi nikmat kemudian bersyukur,
dianiaya kemudian memaafkan, dan berbuat dzalim kemudian meminta maaf, maka
merekalah yang mendapatkan kedamaian dan merekalah yang mendapat hidayah"
(HR al-Thabrani dalam al-Kabir No 6482 dan al-Baihaqi dalam Syu'ab al-Iman)
B.Tema Tahun baru hijriyah
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَاجَرُواْ وَجَاهَدُواْ فِي
سَبِيلِ اللّهِ أُوْلَـئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللّهِ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
( البقرة : 218
Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang
berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah,
dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ” (QS. Al baqarah 2: 218)
عن أبي هريرة قال : قال رسول الله : ( أفضلُ الصيام بعد رمضان شهرُ
الله المحرم ، وأفضلُ الصلاة بعد الفريضة صلاةُ الليل
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda : “Puasa yang paling
utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram. Sedangkan
shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam”. (HR.
Muslim)
C.
Isro’ Mi’roj
Isro’ mi’roj merupakan peristiwa yang sangat besar dalam peradapan
dan perkembangan islam di dunia, peristiwa ini merupakan wahyu bagi Nabi
Muhammad tentang perintah menjalankan sholat 5 waktu yang sampai saat ini
menjadi ibadah orabgislam sedunia, adapun peristiwa tersebut di muat secara
jelas di dalam suraj al Isra Ayat 1 yang berbunyi:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ
الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ
مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ (1) الإسراء : 1
Artinya : Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya
(Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharamke Masjidil Aqsa yang telah Kami
berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda
(kekuasaan) kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Dalam kronologi peristiwa tersebut sulit diterima oleh akal pikiran
manusia, pasti kita sendiri akan bertanya-tanya, apa mungkin ? karena mengapa .
zaman dulu kan belum ada alam yang canggih yang mana pada tersebut orang biasa
yang menempuh
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ أُتِيتُ بِالْبُرَاقِ
وَهُوَ دَابَّةٌ أَبْيَضُ فَوْقَ الْحِمَارِ وَدُونَ الْبَغْلِ يَضَعُ حَافِرَهُ
عِنْدَ مُنْتَهَى طَرْفِهِ فَرَكِبْتُهُ فَسَارَ بِي حَتَّى أَتَيْتُ بَيْتَ
الْمَقْدِسِ فَرَبَطْتُ الدَّابَّةَ بِالْحَلْقَةِ الَّتِي يَرْبِطُ فِيهَا
الْأَنْبِيَاءُ
Dari Anas bin Mâlik r.a, sesungguhnya Rasûlullâh saw bersabda: "Aku diberi buraq; adalah
seekor hewan yang berbulu putih; tingginya lebih dari keledai akan tetapi lebih
pendek daripada bagal; bila ia terbang kaki depannya dapat mencapai batas
pandangan matanya. Lalu aku menaikinya dan ia membawaku hingga sampai di Baitul
Maqdis. Kemudian aku tambatkan ia pada tempat penambatan yang biasa dipakai
oleh para nabi.
D. Walimatul khitan
Khitan itu adalah syariat atau peraturan yang dilakukan Nabi
Ibrahim yang kemudian di lanjutkan oleh nabiyulloh Muhammad. Dalam hal ini
dengan sendirinya kihutan menjadi ajaran islam. Di dalam al qur’an juga sudah
di jelaskan dengan tegas dari beliau nabi Muhammad SAW. Agar mengikuti ajaran
ajaran tuhan yang sudah di sampaikan tuhan kepada nabi Ibrahim.
Alloh
berfirman dalam surah , QS An-Nahl :123
ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ
مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ (123) [النحل :
123]
Artinya: Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): “Ikutilah
agama Ibrahim seorang yang hanif” dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang
mempersekutukan Tuhan”
QS
Al Hajj 78
حَرَجٍ مِلَّةَ
أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ
الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ الحج : 78
Artinya: Ikutilah agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah
menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan begitu pula dalam (Al
quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua
menjadi saksi atas segenap manusia.
Hadits riwayat Bukhary &
Muslim
Dalam definisi Khitan menurut bahasa artinya “yang dipotong”. Asal
katanya : Khotana – yakhtinu – khotnan, artinya “memotong”. Adapun menurut
‘ulama fiqh, sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi sebagai berikut :
Syarah Muslim oleh Imam Nawawiy)
Kapan Waktunya berkhitan ? Tidak ada ketentuan dalam agama umur
berapa anak harus dikhitan. Ada beberapa riwayat sebagai berikut :
اَلْخِتَانُ
هُوَ فِى الذَّكَرِ قَطْعُ جَمِيْعِ اْلجِلْدَةِ الَّتِى تُغَطّى اْلحَشَفَةَ
حَتَّى تَنْكَشِفَ جَمِيْعُ اْلحَشَفَةِ، وَ فِى اْلاُنْثَى قَطْعُ اَدْنَى جُزْءٍ
مِنَ اْلجِلْدَةِ الَّتِى فِى اَعْلاَ اْلفَرْجِ
Khitan bagi laki-laki ialah memotong semua kulit yang menutupi
kepala dzakar, sehingga terbuka kepala dzakar seluruhnya. Sedangkan bagi wanita
ialah memotong sedikit bagian berupa kulit yang berada di atas lubang kemaluan .
اِنَّ
النَّبِيَّ ص خَتَنَ اْلحَسَنَ وَ اْلحُسَيْنَ يَوْمَ السَّابِعِ مِنْ
وِلاَدَتِهِمَا
Sesungguhnya Nabi SAW mengkhitan Hasan dan Husein pada hari ketujuh
dari kelahirannya. HR. Hakim dan Baihaqi, dari ‘Aisyah, dalam Talkhiishul
Habiir juz 4, hal. 226, no. 1808
الْفِطْرَةُ خَمْسٌ : أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ: الْخِتَانُ وَالاِسْتِحْدَادُ وَنَتْفُ
الإِبْطِ وَتَقْلِيْمُ الأَظْفَارِ وَقَصُّ الشَّارِبِ
Artinya: Fithrah itu ada lima: Khitan, mencukur rambut kemaluan,
mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan memotong kumis.
E.
Walimatul Aqiqoh
Rasullah
saw bersabda :
كل غلام رهينة بعقيقته تذبح عنه يوم سبعه وسمي ويحلق رأسه
“Tiap Tiap anak tergaqadaikan dengan aqiqahnya, disembeli aqiqoh
itu pada hari ketujuh dan diberi nama dan dicukur rambutnya” ( HR Abu Daud :
2837 dan At Tirmidzi ;1522 ). Dalam
Riwayat yang lain beliau bersabda :
كل غلام مرتهنربعقيقته تذبح عنه يوم سابعه ويماط عنه الاذي
“Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya,aqiqah itu disembelih pada
hari yang ketujuh dari kelahiranya dan dicukur rambutnya “ ( HR At Tirmidzi ).
Adapun Ar Rahnu secara bahasa artinya tergadai Sedangkan secara
syar’i ,para ulama berselisih pendapat :
1. Imam Ahmad berkata makna
Ar Rahnu adalah anak yang meninggal dan belum diaqiqahi tidak bisa mendatangkan
syafaat bagi kedua orang tuanya
2. Ulama yang lain
mengatakan bahwa maksud anak tersebut tergadai dengan aqiqah,maksudnya ia belum
diberi nama dan dan dicukur rambutnya kecuali setelah aqiqah tersembelih “
(Nailul Author 5/225 ).
3. Ibnul Qoyyim mengatakan
“menurut dzohir hadist,anak tergadaikan dengan dirinya,terhalang dan tertahan
dari kebaikan yang dikehendaki darinya. (Zaadul Maad 2/29 ).
Bagaimana
Hukum Aqiqoh ?
Dalam
hukum Aqiqoh para ulama’ berbeda pendapat
1.
Ad Dhohiri,Al-Laits,Hasan Bashri, berkata: bahwa aqiqoh hukumnya wajib. Mereka
berdalil dengan sabda Rasullah,yang bersumber dari Samurah bahwa Rasullah saw
bersabda :
كل غلام مرتهن بعقيقته تذبح عنه يوم سابعه ويماط الأذى عنه
“setiap bayi tergadaikan dengan aqiqohnya, aqiqoh itu disembelih
pada hari ketujuh dari kelahirannya dan dicukur rambutnya”. (HR.Tirmidzi).
Secara dzahir,hadist ini menunjukan hukumnya wajib. Jumhur Fuqaha’ mengatakan
bahwa aqiqoh hukumnya sunnah, Sedang menurut Abu Hanifah hukumnya tidak wajib
dan tidak pula sunnah .Jumhur Fuqaha dan Abu Hanifah berdalil dengan sabda Nabi
saw,
ketika
ditanya tentang aqiqah maka beliau menjawab:
لا أحب العقوق ومن ولد له ولد فأحب أن ينسك عن ولده فليفعل
“Saya tidak suka aqiqah,barang siapa yang mempunyai anak dan ingin
menyembelih aqiqah untuk anaknya maka kerjakanlah“. (Abu Daud :2842 )
Ulama yang mengambil hadist ini berpendapat aqiqah itu sunah atau
mubah (Bidayatul Mujtahid 1/339 ).
Di anjurkan dengan sunah muakad bahwa bagi seorang ghulam (anak
laki-laki) beraqiqoh dengan dua kambing dan bagi jariah (anak perempuan ) satu
kambing berdasarkan hadits dari Aisyah :” Dari seorang anak laki – laki
(beraqiqoh) dua kambing yang lengkap (cukup umur) dan dari jariah (anak
perempuan) satu kambing “. ( HR Ahmad,Tirmidzi ). Ibnu Umar dan imam Malik
berkata : Aqiqoh itu satu- satu. Dalam riwayat Ibnu Abbas : Nabi saw bersabda :
أن النبي صلى الله عليه وسلم عق عن الحسن والحسين كبشا كبشًا
“Sesungguhnya Nabi saw beraqiqoh
pada Hasan dan Husain masing-masing satu kambing kibas)”. ( HR Abu Daud :2841
).(Manarus sabil 1/357 )
Menurut Imam Syafi’I, Abu Tsur, Abu Dawud dan Ahmad, seekor kambing
untuk anak perempuan dan untuk anak laki-laki dua ekor kambing (Al-Mughni :
13/395). Hal ini berdasarkan sabada Rosulullah saw:.
عن الغلام شتان مكافئتان وعن الجارية شاة
Artinya : Aqiqoh anak laki-laki dengan dua kambing yang cukup umur
dan untuk anak perempuan cukup satu kambing”. (HR. Abu Dawud : 2834.
At-Tidmidzi : 1513).( Bidayatul mujtahid 1/339). Imam Ash shon’ani berkata :
“Bahwasanya diperbolehkan aqiqoh bagi laki-laki dengan satu kambing dan hal itu
tetap berpahala, adapun menyembelih dua ekor kambing maka hal terseut
dianjurkan”. (Subulus Salam : 4/183).
F. Tema peringatan Maulid Nabi Muhammad
SAW
Peringatan Maulid Nabi masuk dalam anjuran hadits nabi untuk
membuat sesuatu yang baru yang baik dan tidak menyalahi syari’at Islam.
Rasulullah bersabda:
مَنْ سَنَّ فيِ اْلإِسْـلاَمِ سُنَّةً حَسَنـَةً فَلَهُ أَجْرُهَا
وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ
شَىْءٌ (رواه مسلم في صحيحه)
“Barang siapa yang memulai (merintis) dalam Islam sebuah perkara
baik maka ia akan mendapatkan pahala dari perbuatan baiknya tersebut, dan ia
juga mendapatkan pahala dari orang yang mengikutinya setelahnya, tanpa
berkurang pahala mereka sedikitpun”. (HR. Muslim dalam kitab Shahihnya).


Komentar