Profesional di Teks, Amatir di Konteks

Dalam perjalanan keilmuan di lingkungan formal atau non formal banyak bermunculan dilema kehidupan dan berimbas kepada keilmuan, seperti halnya orang yang suka ber- sosmed lebih diketahuai daripada orang yang hanya menerapkan dalam kehidupan tanpa sosmed.

Mengapa ? sebab di era milleneal orang yang tidak suka menulis di sosmed akan tersingkirkan sedangkan dia yang muncul dalam dunia sosmed dialah pemenangnya. Tapi ingat ada pepatah mengatakan “Mulutmu harimaumu” itu dulu, sekarang “ jari jemarimu harimau”,… pepatah itu sangatlah fenomenal., jikalau berkilblat dari zaman sekarang sekali klik saja, bisa menggucangkan dunia. Kata Bung karno “ berikan akan sepuluh pemuda akan ku goncangkan dunia”, itu dulu.

            Why not, Teks merupakan sebuah rangkain kata yang bisu, kadang kita membaca sebuah teks harus melihat latar belakang munculnya sebuah teks, atau melihat latar belakang seorang penulis, beda lagi jika kita melihat dan memaknai sebuah teks dengan kacamata keilmuan yang berbeda, pastilah beda. Nah .. hal ini yang kita harus pelajari.

Terkadang seseorang pintar menulis tapi tidak bisa menerapakan ke konteksnya dan juga sebaliknya, karena mengapa ? sebuah proses yang nyata tida akan sempurna hanya dengan kata-kata, disebabkan bahasa tulisan dan bahasa lisan itu tidak sama, terlebih yang mendengar ataupun yang membaca ahli dalam menafsirkan, akan berbeda.

konteks merupakan latar belakang munculnya teks, kenapa ada teks berarti ada konteksnya, begitu juga sebaliknya. Seorang muballigh pintar berkata-berkata tapi belum tentu tulisannya bisa terbaca, seorang mahasiswa pintar ber-teks tapi belum tentu ahli dalam berceramah.

Walhasil jangan lelah untuk berproses, kita semua tak akan baik dicerita orang lain, hakekatnya sebuah kesuksesan tak bisa diraih dengan kata-kata ataupun sekejap mata, masuh butuh usaha dan usaha, jangan lelah untuk melawan ke amatiran kita masing-masing.

 

 

Ngunggahan, 30 Juni 2020

 

 


Komentar

kamim tohari mengatakan…
Betul, dewasa kini orang lebih sibuk ke 'status'daripada 'karakter'wkwkw

Postingan Populer